Makam Pahlawan La Maddukkelleng

Sebagai penghargaan atas perlawanan La Maddukelleng terhadap Belanda, pemerintah Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional baginya pada tahun 1998. Meski begitu, menurut Wellen, gambaran La Maddukelleng sebagai tokoh “purwa-nasionalis” yang “berjuang melawan Belanda tanpa kenal lelah dan pamrih” tidak sepenuhnya didukung oleh sumber-sumber sejarah semasa. Naskah Bugis tentang pertemuan demi membahas kejahatan-kejahatan La Maddukelleng, misalnya, menggambarkan dirinya sebagai “penghasut perang” yang “tidak mengindahkan persatuan Tellumpocco”. Bahkan, ia mungkin saja telah membunuh lebih banyak orang sedaerahnya ketimbang orang Belanda.

Fakta lain menyebutkan La Maddukkelleng telah diberi gelar oleh kerajaan Wajo sebagai Petta Pammaradekaingngi Wajo cukup gambaran betapa ia telah berhasil mengalahkan Bone dan Belanda yang saat itu menguasai Sulawesi Selatan. Petta Pammaredakaengngi Wajo berarti Sang Pemerdeka atau Sang Pembebas Kabupaten Wajo.

Sistem Komentar

Tambahkan Komentar

Komentar: