Masjid Tua Tosora

Di jantung Desa Tosora, Kecamatan Majauleng, Wajo—sekitar 16–19 km dari Sengkang—berdiri situs Masjid Tua Tosora, jejak penting pusat pemerintahan Kerajaan Wajo di kawasan inti Tosora. Tradisi setempat menyebut masjid raya ini dibangun pada masa Arung Matowa Wajo XV, La Pakallongi To Allinrungi, sekitar tahun 1621, sehingga menjadi salah satu tonggak awal perkembangan Islam di Wajo; peresmian masjid bahkan dikisahkan dihadiri penguasa Gowa, Bone, dan Soppeng. Kini yang masih menonjol di lapangan adalah struktur inti seperti mihrab dan sisa-sisa dinding batu, menandai perubahan waktu namun tetap mempertahankan aura historis kawasan kerajaan lama.

Kawasan Masjid Tua Tosora telah ditetapkan sebagai bagian dari situs atau kawasan cagar budaya dan menjadi tujuan ziarah serta wisata edukasi yang ramai, terutama karena berada satu kawasan dengan kompleks makam tokoh-tokoh penting, termasuk Sayyid Jamaluddin Al-Akbar Al-Husaini yang secara tradisi disebut keturunan Nabi. Pemerintah pusat melalui kanal resmi kepariwisataan juga menempatkan “Desa Wisata Masjid Tua Tosora & Makam Assheyck Jamaluddin” sebagai destinasi yang memadukan nilai sejarah, religi, dan budaya. Saat ini, masjid dan lingkungannya difungsikan kembali pada momen tertentu sembari dipelihara sebagai warisan yang meneguhkan identitas sejarah Wajo.

 

Sistem Komentar

Tambahkan Komentar

Komentar: